Cara Menggunakan Kamera Film

Punya kamera film? Baik itu kamera poket, SLR atau RF? Kamera Warisan? Jangan dibuang dulu, cobalah belajar untuk menggunakannya. Kenapa? Untukku ada banyak alasan kenapa kita harus mempertahankan kamera film, silahkan lihat artikel "Alasan kenapa kamera film masih berguna"
Oke kita mulai saja bagaimana cara menuggunakan kamera film. Oh ya, bagi pengguna yang sudah familiar dengan kamera film mungkin artikel ini akan membosankan, mungkin anda harus membaca artikel "3 Prinsip dasar fotografi"-(Sedang dalam proses penulisan).

Persiapkan dulu:
-Kamera Film (pastinya).
Pastikan kamera film anda terisi dengan batrai baru dan tidak ada masalah teknis. !PERHATIAN! Jika kamera tidak akan dipakai untuk jangak waktu yang relatif lama (2hari atau lebih), keluarkan batrai dari kamera, bila tidak ada kemungkinan batrai bocor dan merusak bagian dalam kamera, akibatnya bisa fatal, komponen penting akan aus oleh cairan batrai.
-Buku petunjuk/ manual kamera (Harus ada, karena setiap kamera bisa berbeda-beda cara membuka tutup belakangnya) Silahkan cari menggunakan Google. Jika tidak ada, terpaksa gunakan metode coba-coba tapi hati-hati karena ada resiko kerusakan.
-Film kosong (untuk film ujicoba gunakan film standar saja dulu, misalkan Kodak Colorplus ISO 200 atau Fujicolor 200 seharga kurang dari 25ribu.)

Cara-cara:
1) Buka penutup film (apabila masih ada film di dalamnya, pastikan untuk menggulungnya terlebih dahulu)
2) Masukan film ke dalam tempatnya dan tarik film hingga ke ujung sebelahnya. (lihat juga tempat filmnya, kalau hanya ada loller saja tidak ada celah sempit untuk film berarti cukup simpan di atas roller, film akan otomatis tergulung dan tidak usah diberi solatip / tape / isolasi karena takutnya malah akan merusak roller. Tapi kalau ada celah kecil, berati film harus dimasukkan ke celah itu hingga ujungnya yang kecil keluar dari celah di belakangnya. !PERHATIAN! jika kamera anda menggunakan sistem tirai (ada tirai penutupnya) seperti kamera SLR atau RF, ujung film atau jari jangan sampai menyentuh tirai. Kalau sampai bengkok nanti macet dan untuk memperbaikinya sangat sulit.
3) Tutup tempat film
4) Cek film dengan cara memutar film (bila sistem kokang atau putar) apabila film tidak berputar cek lagi. Jika kamera poket yang menggunakna motor, cukup menekan tombol shutter, film akan otomatis tergulung.
5) Jangan lupa untuk menggulung film setelah film mencapai angka 36 / habis.

>>Mitos>>
Ada istilah "Gambar Terbakar". Terkadang diasosikan dengan sang fotografer, tapi sebenarnya gambar awal memang pasti terbakar karena film terekspose cahaya, namun hanya 1 gambar saja yang kebetulan terkena matahari waktu memasang film. Kecuali kalau tempat film dibuka ketika film belum digulung tapi itu juga yang terkena matahari saja yang terbakar, bukan seluruh gambarnya.

Gambar-Gambar:
1. Cara membuka tempat film kamera bermacam-macam, seperti pada gambar di bawah, Nikon F90x tutup film bisa dibuka dengan cara menarik kedua slide pembuka ke arah tengah. Pastikan untuk membaca buku manual kamera. Jika sudah tidak ada, bisa dicari di Internet. Banyak komunitas kamera Jadul yang biasanya menyediakan manual kamera-kamera lama
 2. Pada setiap kamera tempat untuk menggulung kamera sementara berbeda-beda, seperti pada gambar kamera Kodak VR-35, pengguna hanya tinggal memasukan ujung kecil film ke sela-sela drum penggulung. Film akan otomatis menggulung dengan sendirinya ketika pintu ditutup dan tombol shutter ditekan.
 3. Pada Jenis kamera lama (dalam gambar Ricoh KR-5 / A - 50), tombol memutar film harus diangkat untuk membuka tempat film, oleh karena itu bacalah manual kamera, sebelum mencoba membukanya (Tanda Bulat Kiri). Shutter jangan sampai terkena jari / Film karena bila sampai bengkok bisa dipastikan kamera akan macet ketika tombol shutter ditekan (Tanda bulat ditengah). Untuk jenis kamera ini, film harus dimasukan tepat ke tengah-tengah drum (dijepit). Jangan lupa untuk mengecek apakah film sudah benar2 berputar.
 4. Perbesaran gambar drum film sementara, film dijepitkan diantara drum film yang berwanra silber di gambar.
 5. Film yang dimasukkan ke dalam kamera ditarik ke arah kanan.
 6. Film ditarik hingga mencapai tanda merah, pada kamera Nikon F90x
 7. Tekang tombol shutter (Tanda merah atas), tunggu hingga di layar menunjukan angka 1 (Tanda merah bawah).
 8. Film sudah masuk dan kamera siap digunakan (menunjukkan angka 1)




Comments

hehehehee bagus2 kok kyk papa yaa fotografer....??!
CacingKepanasan said…
Hobi aja kok foto-foto, bukan fotografer beneran hehehe
ahihihihihiii... eh.. mbak n kaka cacing, boleh tanya? coba liat postingan ttng mewarnai manga di blog saya>.<
katanya html dan scriptnya rusak.. ERROR >.< kenapa itu? pliz bantuin saiaaa
toromorphosis said…
hehehe.. bagus foto2nya... salam kenal.... :D
Bocip. said…
hahahaha..........
CacingKepanasan said…
@Blog: coba nanti ku liat. BIasanya kalau html dan scriptnya rusak sih harus di reset html sama script dari bloggernya. coba aja di reset dulu, terus di perbaiki lagi

@toromorphosis: Thanks :) salam kenal juga :D

@Bocip hehehehe :p
lutfi said…
kalo abis tergulung apa masih ada sisa film ya..punyaku tergulung abis..
CacingKepanasan said…
@ Lutfi: Kayaknya sih tergantung kapan digulungnya. Kalau digulung waktu udah mentok sih berarti semua filmnya udah habis :)
Unknown said…
saya mau nanya apakah benar kalau hasil film "terbakar" itu karena kesalahan memotret/ settings? soalnya saya pernah mengambil gambar di dalam ruangan gelap tanpa flash dan berlampu2 natal kecil warna warni dasarnya biru dan rata2 hasilnya terbakar/blank tapi ada satu gambar yang dapat, katanya saya harus pake bulp tapi kenapa ada yang berhasil padahal saya belum pernah pake b, dan masih banyak lagi yang sama kasusnya "terbakar" padahal foto di luar / pemandangan, dan saya merasa cukup percaya diri akan hasilnya karena saya sudah cukup lama belajar sekitar 4-5 bulan dan banyak hasil yang memuaskan dan saya catat, namun saya kecew sama hasil2 yang terbakar tersebut, saya ingin tau sebabnya .thx bX-q7tny3
CacingKepanasan said…
@Kautsar: Lebih jelas kalau liat hasilnya sih hehe..

Terbakar itu biasanya hasil gambarnya jadi berwarna putih dengan warna pelangi di sisinya

Terbakar itu biasanya:
1. Kalau di awal film itu normal, karena pada saat kita masukin film pasti kena matahari.

2. Flare, ini terjadi kalau motret matahari langsung, jadinya over exposure (cahaya yang masuk terlalu banyak)

3. Over Exposure (terjadi pada kamera yang eksposurenya bisa di atar) ekposure = lama penyinaran. salah satunya mode bulb. Biasanya ditandai dengan kecepatan spt 1/30 1/15

Misalkan semakin sedikit cahaya sekitar, semakin lama waktu yang di butuhkan dan sebaliknya.

Kalau misalkan foto outdoor waktu sinar matahari banyak pakai mode bulb, ini bisa terjadi karena cahaya yang masuk terlalu banyak.

4. Leak. Cahaya bocor dari sela2 penutup film yang sudah rusak karet penutupnya (biasanya terjadi di kamera pocket jadul). Kalau ini cukup di isolasi sela2 penutup filmnya.

Paling segitu yang aku tahu hehe..
bayu harsa said…
halo boss...ud lama g ngeblog..
finally i`ve made an update to my blog..

blog msh dalam proses..msh byk yg mesti d posting+setting2..
heheheee....

mampir la..
n give ur comments
:)
CacingKepanasan said…
@Bayu Harsa:
Siaplah ntar saya merapat ke TKP hehehe
Unknown said…
sebelum dipake itu harus diproses dulu ya filmnya? kameraku diana f+..
Unknown said…
Haloo, mau nanya dong. kameraku diana f+ dan pake film redscale, waktu mau dicetak, orangnya bilang ga bisa soalnya belom di proses. emangnya filmnya harus diproses dulu ya? di jakarta dimana yang bisa proses film..?
CacingKepanasan said…
@ Eunike Olivia T: Sorry sekarang jarang liat blog ini hehe.. kalau mau coba aja ke facebook Nilem Photos: Http://www.facebook.com/nilemphotos kalau pertanyaan dan jawaban mau update.. hehe..

Oke, sebelum dipake film itu sebetulnya gak perlu diproses karena sudah diproses di pabrik (Aku sendiri gak ngerti maksudnya di proses itu apa sewaktu dicetak) tapi mungkin maksudnya di cuci.

Kamera film sebelum filmnya bisa dicetak harus melalui proses pencucian dulu, disini disebutnya proses C-41. Karena biaya bahan kimianya mahal, jadi gak setiap tempat yg bisa cetak bisa nyuci film.. Karena aku berdomisili di Bandung, terpaksa tanya om Google untuk cuci film di jakarta. :D
Denaldi Akhmadi said…
bro, saya punya kamera lama fujicam auto 7-qd dicoba masukin film pas nutup belakang nya ga kaya ngegulung, pas di jepret 1 kali ngegulung, yg k 2 kali nya ngegulung nya malah ke belakang.. kenapa ya?
CacingKepanasan said…
@ Denaldi Akhmadi:
Memang untuk tipe2 kamera otomatis ngegulungnya harus diteken dulu tombol shutter (ngejepret 1x) baru dia menggulung, dengan catatan pintu belakangnya sudah tertutup.

Kalau ngegulung kebelakang sih berarti itu Rewind filmnya bro, kalau udah habis. atau mungkin mekanismenya sudah rusak.
Unknown said…
asik, tangkiu gan infonya..
CacingKepanasan said…
Sama2 :)
Anonymous said…
numpang tanya, kalo kamera Mikona MV-30H gimana cara pakainya ya?
CacingKepanasan said…
Belum pernah coba dan pakai :D
Unknown said…
Aku punya camera richo a50 tp bingung pakenya haha
Anonymous said…
Gan saya pgn nanya dong,kenapa tombol shutter nya malah gabisa digunain,apa grgr tombol rewind udh dipijit?padahal blm ada rol kameranya. Ada solusinya ga gan?apa emng gabisa dipakai lagi?
Anonymous said…
Numpang tanya nih gan cara pakai dl07 gimana ya?
Unknown said…
Cara pakai dl07 gimana ya kak?
Anonymous said…
Kak numpang tanya kalo tombol rewind nya kepijit padahal gaada rol filmnya gaakan apapa?trs knpa shutternya malah gabisa jalan ya? Ada contac yg bisa dihubungi ga saya pgn nanya nanya lebih bnyk tentang kamera analog
Terimakasih
Rap Tatsumi said…
Bang, dimana tu dijual film kamera vr35 biasanya?
Aku ada premier pc-450 bingung makenya wkwk filmnya ga muter
Anonymous said…
Tips pakai kamera fujifilm benef donggg
Unknown said…
Bang kalo roll film kena cahaya lampu gapapa kan bang..soalnya tadi saya masukin film. Trus saya liat bentar dalemnye kegulung atau ngga. Trus saya tutup lagi.
Unknown said…
Bang kalo roll film kena cahaya lampu gapapa kan bang..soalnya tadi saya masukin film. Trus saya liat bentar dalemnye kegulung atau ngga. Trus saya tutup lagi.
Unknown said…
Bang kalo roll film kena cahaya lampu gapapa kan bang?
Unknown said…
jadi kalo tutup kamera terbuka berarti film yang tepat ada di depan tutup aja yang tebakar kan? yang sudah terjepret dan tergulunh terbakar gak?
Unknown said…
kalo tutup lamera kebuka yang terjepret dan sudah tergulung kebakar juga ga?
Anonymous said…
Kalo di outdoor lebih baik pake flash apa enggak?
CacingKepanasan said…
Yang kebakar yang kena cahayanya aja, kalau yang udah digulung aman. Ingat fotografi itu itu "menggambar dengan cahaya" jadi kalau si film kena cahaya ya anggap aja kaya lukisan dibajur cat putih seember.
CacingKepanasan said…
Cek buku manualnya di internet ada, atau suka ada youtuber yg bikin caranya
CacingKepanasan said…
Tergantung kameranya, coba cek buku manualnya
CacingKepanasan said…
Coba cek buku manualnya Kak
CacingKepanasan said…
Gak apa2, tapi kalau ada filmnya sayang nanti yg belum kepakai jadi kosongan. Komen disini aja yak.
CacingKepanasan said…
Wah kalau udah gak update bang aku sekarang (2024), kalau mau harusnya jaman sekarang sih ada di olshop. Kalau dulu waktu nulis ini memang jarang di olshop.
CacingKepanasan said…
Cek buku manualnya kak, soalnya tiap kamera analog itu unik.
CacingKepanasan said…
Baca manual, udah gak ada obat lagi selain itu wkkw
CacingKepanasan said…
Putih (kebakar) entar bang.
CacingKepanasan said…
Yg kena cahaya aja, yg kegulung mah aman.
CacingKepanasan said…
Tergatung sikon, agak sulit karena ada ilmunya lagi. Intinya sih kalau di outdoor aku prefer pakai reflektor, coba cari aja dulu yg murah 70 rebuan di olshop.