Friday, November 12, 2010

Cara Menggunakan Kamera Film

Punya kamera film? Baik itu kamera poket, SLR atau RF? Kamera Warisan? Jangan dibuang dulu, cobalah belajar untuk menggunakannya. Kenapa? Untukku ada banyak alasan kenapa kita harus mempertahankan kamera film, silahkan lihat artikel "Alasan kenapa kamera film masih berguna"-(Sedang dalam proses penulisan).
Oke kita mulai saja bagaimana cara menuggunakan kamera film. Oh ya, bagi pengguna yang sudah familiar dengan kamera film mungkin artikel ini akan membosankan, mungkin anda harus membaca artikel "3 Prinsip dasar fotografi"-(Sedang dalam proses penulisan).

Gambar menyusul, kamera digital batrenya lagi di cas. Udah down T_T

Persiapkan dulu:
-Kamera Film (pastinya).
Pastikan kamera film anda terisi dengan batrai baru dan tidak ada masalah teknis. !PERHATIAN! Jika kamera tidak akan dipakai untuk jangak waktu yang relatif lama (2hari atau lebih), keluarkan batrai dari kamera, bila tidak ada kemungkinan batrai bocor dan merusak bagian dalam kamera, akibatnya bisa fatal, komponen penting akan aus oleh cairan batrai.
-Buku petunjuk/ manual kamera (Harus ada, karena setiap kamera bisa berbeda-beda cara membuka tutup belakangnya) Silahkan cari menggunakan Google. Jika tidak ada, terpaksa gunakan metode coba-coba tapi hati-hati karena ada resiko kerusakan.
-Film kosong (untuk film ujicoba gunakan film standar saja dulu, misalkan Kodak Colorplus ISO 200 atau Fujicolor 200 seharga kurang dari 25ribu.)

Cara-cara:
1) Buka penutup film (apabila masih ada film di dalamnya, pastikan untuk menggulungnya terlebih dahulu)
2) Masukan film ke dalam tempatnya dan tarik film hingga ke ujung sebelahnya. (lihat juga tempat filmnya, kalau hanya ada loller saja tidak ada celah sempit untuk film berarti cukup simpan di atas roller, film akan otomatis tergulung dan tidak usah diberi solatip / tape / isolasi karena takutnya malah akan merusak roller. Tapi kalau ada celah kecil, berati film harus dimasukkan ke celah itu hingga ujungnya yang kecil keluar dari celah di belakangnya. !PERHATIAN! jika kamera anda menggunakan sistem tirai (ada tirai penutupnya) seperti kamera SLR atau RF, ujung film atau jari jangan sampai menyentuh tirai. Kalau sampai bengkok nanti macet dan untuk memperbaikinya sangat sulit.
3) Tutup tempat film
4) Cek film dengan cara memutar film (bila sistem kokang atau putar) apabila film tidak berputar cek lagi. Jika kamera poket yang menggunakna motor, cukup menekan tombol shutter, film akan otomatis tergulung.
5) Jangan lupa untuk menggulung film setelah film mencapai angka 36 / habis.

>>Mitos>>
Ada istilah "Gambar Terbakar". Terkadang diasosikan dengan sang fotografer, tapi sebenarnya gambar awal memang pasti terbakar karena film terekspose cahaya, namun hanya 1 gambar saja yang kebetulan terkena matahari waktu memasang film. Kecuali kalau tempat film dibuka ketika film belum digulung tapi itu juga yang terkena matahari saja yang terbakar, bukan seluruh gambarnya.

12 komentar:

Blog tentang Game, Anime, Dan Komik said...

hehehehee bagus2 kok kyk papa yaa fotografer....??!

CacingKepanasan said...

Hobi aja kok foto-foto, bukan fotografer beneran hehehe

Blog tentang Game, Anime, Dan Komik said...

ahihihihihiii... eh.. mbak n kaka cacing, boleh tanya? coba liat postingan ttng mewarnai manga di blog saya>.<
katanya html dan scriptnya rusak.. ERROR >.< kenapa itu? pliz bantuin saiaaa

toromorphosis said...

hehehe.. bagus foto2nya... salam kenal.... :D

Bocip. said...

hahahaha..........

CacingKepanasan said...

@Blog: coba nanti ku liat. BIasanya kalau html dan scriptnya rusak sih harus di reset html sama script dari bloggernya. coba aja di reset dulu, terus di perbaiki lagi

@toromorphosis: Thanks :) salam kenal juga :D

@Bocip hehehehe :p

lutfi said...

kalo abis tergulung apa masih ada sisa film ya..punyaku tergulung abis..

CacingKepanasan said...

@ Lutfi: Kayaknya sih tergantung kapan digulungnya. Kalau digulung waktu udah mentok sih berarti semua filmnya udah habis :)

Kautsar Kharisma said...

saya mau nanya apakah benar kalau hasil film "terbakar" itu karena kesalahan memotret/ settings? soalnya saya pernah mengambil gambar di dalam ruangan gelap tanpa flash dan berlampu2 natal kecil warna warni dasarnya biru dan rata2 hasilnya terbakar/blank tapi ada satu gambar yang dapat, katanya saya harus pake bulp tapi kenapa ada yang berhasil padahal saya belum pernah pake b, dan masih banyak lagi yang sama kasusnya "terbakar" padahal foto di luar / pemandangan, dan saya merasa cukup percaya diri akan hasilnya karena saya sudah cukup lama belajar sekitar 4-5 bulan dan banyak hasil yang memuaskan dan saya catat, namun saya kecew sama hasil2 yang terbakar tersebut, saya ingin tau sebabnya .thx bX-q7tny3

CacingKepanasan said...

@Kautsar: Lebih jelas kalau liat hasilnya sih hehe..

Terbakar itu biasanya hasil gambarnya jadi berwarna putih dengan warna pelangi di sisinya

Terbakar itu biasanya:
1. Kalau di awal film itu normal, karena pada saat kita masukin film pasti kena matahari.

2. Flare, ini terjadi kalau motret matahari langsung, jadinya over exposure (cahaya yang masuk terlalu banyak)

3. Over Exposure (terjadi pada kamera yang eksposurenya bisa di atar) ekposure = lama penyinaran. salah satunya mode bulb. Biasanya ditandai dengan kecepatan spt 1/30 1/15

Misalkan semakin sedikit cahaya sekitar, semakin lama waktu yang di butuhkan dan sebaliknya.

Kalau misalkan foto outdoor waktu sinar matahari banyak pakai mode bulb, ini bisa terjadi karena cahaya yang masuk terlalu banyak.

4. Leak. Cahaya bocor dari sela2 penutup film yang sudah rusak karet penutupnya (biasanya terjadi di kamera pocket jadul). Kalau ini cukup di isolasi sela2 penutup filmnya.

Paling segitu yang aku tahu hehe..

bayu harsa said...

halo boss...ud lama g ngeblog..
finally i`ve made an update to my blog..

blog msh dalam proses..msh byk yg mesti d posting+setting2..
heheheee....

mampir la..
n give ur comments
:)

CacingKepanasan said...

@Bayu Harsa:
Siaplah ntar saya merapat ke TKP hehehe