Digital vs Film


Sebelum anda membaca saya jawab dulu saja: Tidak ada yang lebih baik, masing-masing memiliki kelebihan dan kekuranganya. Pemilihan kamera sebaiknya didasarkan pada situasi dan jenis objek yang akan di foto, bukan jenis kamerannya.
Kelebihan Kamera Analog:
- Resolusi lebih besar
- Tidak ada noise, tapi ada grain.
- warna lebih vivid karena film menangkap sinar objek apa adanya (Media film slide).
- Tidak bisa korup karena media penyimpanan analog
- Tidak membutuhkan memory card
- Kamera analog mekanik lebih tahan lama karena hanya memiliki sedikit bagian elektronik
- Belajar untuk menghargai hasil foto karena tidak bisa di delete
- baterai hanya digunakan untuk kamera yang full elektronik, yang masih mekanik hanya untuk menjalankan fungsi Light meter dan exposure meter
- Hasil gambar baru bisa dilihat setelah diproses
- Membutuhkan biaya relatif besar (mulai dari beli film sampai pencetakan/scan)
- Semakin besar ISO speed, grain semakin terlihat (tergantung merek dan jenis film, film slide lebih jernih daripada film negatif)
- 1 rol film hanya bisa menangkap maksimum 36 gambar
- Jika salah saat pencucian, maka gambar akan berubah warnanya atau ada bercak-bercak yang mengganggu
-Gambar tidak bisa di dapat dengan instant (kecuali polaroid)
Kelebihan kamera digital:
- Harga relatif terjangkau (Untuk pocket, saya menemukan kamera pocket paling murah seharga 200 ribu saja dengan sensor kamera HP)
- Hasil foto bisa langsung dilihat (untuk kamera digital ber-LCD)
- penyimpanan dengan memory card, bisa dipakai sampai kapasitasnya penuh
- Karena sensor kamera lebih kecil, jadi untuk mendapat pembesaran yang sama dengan kamera film 35 mm dapat dilakukan dengan lensa yang lebih ramping (kecuali yang memiliki sensor sebesar 35 mm)
- ISO speed tidak bergantung pada film, karena sudah menggunakan sensor
- Resolusi dan tekstur masih kalah dengan kamera analog large (4x6 inchi). hanya sampai 35 mm
- Sensor cenderung error, jika memfoto benda dengan latar belakang putih. Karena hal ini juga apabila kamera dalam mode bulb maka noise akan semakin besar
- Jika memori card korup,maka gambar anda akan hilang (Seluruhnya, kecuali ada mempunyai teman yang bisa mengekstrak data langsung dari memori IC yang tidak rusak.)
- Memiliki banyak bagian elektronika, jika rusak maka bagian elektroniknya akan sulit untuk diganti
- Bergantung pada baterai untuk menjalankan semua fungsinya. Bila menggunakan baterai cas, setelah pemaakaian relatif lama batrai bisa drop. Biasanya baterai original harganya relatif mahal.

Jadi masing-masing memiliki peranannya sendiri-sendiri.

Ada pertanyaan yang sering terlontar yaitu: Berapa megapixel film kamera analog?

Untuk hal ini saya setuju sama Juragan Ken-A-Rock, Megapixel kurang bisa menggambarkan resolusi yang dihasilkan oleh film kamera analog. Kalau mau juga coba print sebesar2nya terus coba di bandingkan (pakai printer khusus foto di toko besar dan kertas foto tentunya, printer rumahan pasti jelek hasilnya). Atau yang perbandingan yang paling dekat kamera digital yang menekati resolusi film kamera analog 35mm adalah Canon 1D Mark III yang harganya selangit itu (Menurut Juragan Ken). Kalau kamera pro-summer (Consumer kamera macam 1000D 550D dsb, masih kalah resolusinya sama film 35mm), tapi bahkan 1D juga enggak bisa menyusul resolusi film 120mm apalagi film large size (4x6 inchi), karena keterbatasan teknologi sensornya itu.

Silahkan yang punya pendapat lain :)

Comments

Popular Posts